Sabtu, 17 Desember 2011

Pojok Humor


(1) 
Seniman dan Perempuan
Abu Aina' melamar seorang perempuan dan ditolak karena wajahnya buruk. Lalu dia pun mengirimkan puisi kepada perempuan itu yang intinya mengatakan bahwa meskipun dia buruk rupa, tetapi dia adalah sastrawan yang terkenal.Menerima surat Abu Aina' yang berisi puisi itu, si perempuan pun membalasnya singkat, "Aku tidak membutuhkanmu untuk menjadi pengurus dewan kesenian."

(Dikutip dari A. Mustafa "Canda Nabi dan Tawa Sufi")

 
(2)
Tolol atau Arif?

Dalam pergaulan hidup, kadang-kadang kita tidak tahu atau bingung menyaksikan perilaku orang. Mungkin kita pernah, misalnya, menyaksikan suatu perilaku yang kita anggap bodoh dan kita menertawakannya. Padahal kalau dipikir lebih dalam, justru kita yang bodoh dan pantas ditertawakan, sedangkan yang kita tertawakan justru kearifan.
Mungkin kita akan tertawa mendengar cerita orang dusun yang baru pertama kali menyaksikan upacara perkawinan di kota dan menertawakannya.
"Orang kota memang aneh," katanya kepada kawan-kawannya di dusun." Mau kawin saja, macam-macam yang mereka lakukan. Mereka mandikan kedua mempelai di depan orang banyak, lalu mereka dandani bagai raja dan ratu ketoprak. Kemudian mereka suruh duduk berjam-jam di singgasana sewaan untuk ditonton para tamu. Sementara para tamu yang gagah-gagah dan ayu-ayu datang hanya untuk menjabat tangan kedua mempelai dan antre untuk makan. Bayangkan, untuk acara yang sekedar peresmian pernikahan dua sejoli itu, sering kali orang kota menghamburkan uang sampai ratusan juta. Konon malah ada yang sampai menghabiskan biaya semilyar. Belum lagi berapa banya waktu dan energi yang dikeluarkan? Sudah demikian, tidak jarang usia perkawinan keduanya hanya berlangsung bulanan. 

(Dikutip dari A. Mustafa "Canda Nabi dan Tawa Sufi")
 
 
(3)
Arti Sebuah Nama
     Bagi sebagian orang, nama adalah segala-galanya. Tahlilan diharamkan, tetapi kalau namanya diganti membaca kalimah thoyibah, maka menjadi amal yang dianjurkan sekalipun isinya juga tahlilan. Ziarah wali juga haram, tetapi apabila namanya diganti wisata religius, maka menjadi amalan yang dibanggakan.

(4)
Makna Cinta  
      Apabila pegang-pegangan tangan, ciuman, dan semacamnya adalah ekspresi dari cinta, tentu ayam, kambing, dan sahabat-sahabatnya yang paling memiliki otoritas atas makna cinta.

 (Dikutip dari  Tadarus Kehidupan  oleh Ibnu Burdah)
 
 

Tidak ada komentar: