Buku Respon NU Terhadap Kekerasan
Perempuan
Sebuah buku berjudul “Memecah
Kebisuan: Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan demi Keadilan” hasil
kerjasama antara Komnas Perempuan dengan NU diluncurkan di Jakarta, Rabu
(30/6/2010)
Buku ini merupakan upaya Komnas Perempuan bersama dengan kelompok-kelompok agama, termasuk didalamnya Nahdlatul Ulama menyuarakan gerakan terhadap penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Neng Dara Afian, salah satu komisioner Komnas Perempuan menjelaskan kerjasama ini dibangun melalui para teolognya dengan berproses bersama melalui sebuah dialog yang konstruktif dan berkesinambungan antara perempuan dan korban dan komunitas serta pemuka agamanya, demi kebenaran, keadilan dan pemulihan.
Buku yang ditulis oleh Dr Nur Rofiah Bil Uzm ini mengangkat beberapa kasus kekerasan, yakni poligami, perempuan kepala keluarga di lingkungannya, serta perempuan buruh migran (TKW) untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik bagi diri dan keluarganya.
“Tiga fenomena ini cukup menjelaskan tindakan kekerasan yang dialami perempuan di tengah-tengah masyarakat yang patriarkhal dan pemahaman yang “keliru” terhadap ajaran agama yang telah meminggirkan, mendiskriminasikan bahkan menihilkan keberadaan perempuan,” katanya.
Buku ini menawarkan cara pandang baru dari
Buku ini merupakan upaya Komnas Perempuan bersama dengan kelompok-kelompok agama, termasuk didalamnya Nahdlatul Ulama menyuarakan gerakan terhadap penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Neng Dara Afian, salah satu komisioner Komnas Perempuan menjelaskan kerjasama ini dibangun melalui para teolognya dengan berproses bersama melalui sebuah dialog yang konstruktif dan berkesinambungan antara perempuan dan korban dan komunitas serta pemuka agamanya, demi kebenaran, keadilan dan pemulihan.
Buku yang ditulis oleh Dr Nur Rofiah Bil Uzm ini mengangkat beberapa kasus kekerasan, yakni poligami, perempuan kepala keluarga di lingkungannya, serta perempuan buruh migran (TKW) untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik bagi diri dan keluarganya.
“Tiga fenomena ini cukup menjelaskan tindakan kekerasan yang dialami perempuan di tengah-tengah masyarakat yang patriarkhal dan pemahaman yang “keliru” terhadap ajaran agama yang telah meminggirkan, mendiskriminasikan bahkan menihilkan keberadaan perempuan,” katanya.
Buku ini menawarkan cara pandang baru dari


